"Anda boleh marah dengan keadaan anda yang buruk tapi jangan sampai merusak tubuh karena anda akan sangat menyesal ketika keadaan anda membaik" "Hidup ini berputar bagai roda, ada saatnya anda tersenyum dan ada saatnya anda mengkerutkan dahi, cobalah untuk mendapatkan pelajaran berharga di setiap kondisi anda" "Tersenyumlah di setiap pertemuan karena senyum mengikat batin yang memandangnya" "Minta maaflah ketika anda salah agar tali silaturahmi tetap terjalin baik" "Cobalah untuk berdo'a ketika anda dalam kesulitan karena do'a menghubungkan anda dengan sang pencipta agar anda selalu dalam lindungan dan pertolongannya" "Marahlah semarah marahnya tapi anda harus tahu orang di hadapan anda juga punya perasaan"You are very concerned with your life, welcome to the blog circumference of human energy, the material on this blog may be beneficial to your life. "you may be angry with your bad situation but not to damage the body because you will be very sorry when the state you better "" Life is like a spinning wheel, there are times when you smile and there are times when you constrict the forehead, try to get a valuable lesson in every condition you "" Smile at each meeting for the inner tie smile looking at her "" Apologize when you're wrong order ties remain intertwined good "" Try to pray when you are in trouble because of prayer connects you with the creator so that you are always in the shadow and his help "" Be angry angry angry but you have to know the person in front of you also have a feeling "

Rabu, 06 November 2013

TIP PENGELOLAAN KELAS AGAR MENYENANGKAN

SENI MENGELOLA KELAS

Pertanyaan :


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Bu Evi yang baik, saya adalah seorang guru di salah satu SDIT Kota Bogor. Di kelas saya, hanya ada lima orang siswa, dua putra dan tiga putri. Setiap kegiatan belajar mengajar dimulai, saya harus mencari murid satu persatu untuk masuk kelas. Bagaimana cara yang efektif Bu, agar siswa saya disiplin dan mau belajar tanpa harus saya kejar-kejar? Terimakasih Ibu..

Puspita, Bogor.



Jawaban :

Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh,

Ibu Puspita, terimakasih atas pertanyaannya. Saya doakan, semoga Ibu selalu sabar, menghadapi siswa-siswi ibu. Meskipun hanya lima orang tapi membutuhkan energi yang cukup besar ya, sehingga Ibu harus kejar-kejaran dengan siswanya.

Ibu, mengajar dan mendidik adalah seni mengubah perilaku siswa menjadi cerdas dan baik. Oleh karena itu mengajar di kelas besar maupun kecil sama saja. Tidak tepat juga bila ada yang mengatakan mengajar di kelas besar lebih sulit dibandingkan mengajar di kelas kecil. Kelas Ibu contoh konkritnya. Saya juga punya teman yang mengajar hanya dua orang siswa bahkan. Saat satu siswa tidak termotivasi, siswa lainnya ikutan tidak termotivasi juga. Tetapi, jika kita tahu seninya, baik mengajar di kelas besar maupun kelas kecil akan terasa sama mudahnya.

Sebenarnya dalam mengelola sebuah kelas, yang terpenting adalah keterampilan manajemen kelas. Sebaiknya Ibu Puspita membuat peraturan dan prosedur dulu ketika hari pertama masuk sekolah. Misalnya peraturan masuk kelas. Nah, prosedurnya (cara) masuk kelas harus Ibu sampaikan pula. Mengenai prosedur kelas, Ibu bisa juga mengajak siswa untuk membuatnya bersama. Namun jika saat ini pembelajaran sudah berlangsung dan Ibu belum membuat kedua hal tersebut, tidak masalah. Sampaikanlah kedua hal tersebut pada hari Senin, sebelum memulai pembelajaran. Dapat juga hal tersebut Ibu sampaikan di akhir pekan, sehingga pada hari Senin berikutnya prosedur dan peraturan tersebut sudah dapat diterapkan. Jangan lupa, tentukan pula reward (hadiah) dan punishment (hukuman). Namun, perlu diingat bahwa reward dan punishment hanya diberikan setelah semua pendekatan tidak efektif.

Lalu bagaimana dengan pengelolaan kelas kecil seperti kelas Ibu? Setelah disosialisasikan peraturan dan prosedurnya, maka langkah kedua adalah membuat organisasi kelas dengan memberi tanggungjawab pada kelima anak tersebut dengan masing-masing tugas yang berbeda.

Cara efektif agar siswa menjadi disiplin adalah dengan menanamkan kesadaran terlebih dahulu. Sebab, jika aturan kelas hanya disampaikan tanpa membangun kesadaran terlebih dahulu maka sulit disiplin kelas terbentuk. Tentu saja perlu diperhatikan pendekatan komunikasi pada anak-anak tersebut. Berikanlah pesan-pesan yang membangun kesadaran dengan 'menyentuh' hati dan pikiran mereka. Sehingga siswa merasa membutuhkan disiplin tersebut. Mereka tahu manfaat disipin dan akibatnya, jika melanggar displin.

Oh ya bu, agar semua peraturan dan prosedur, bisa berjalan efektif dan siswa menjadi disiplin yang terpenting adalah dengan memberi teladan. Tentu saja teladan tersebut datang dari orang dewasa, dalam hal ini dicontohkan oleh guru sebagai role model. Insyaallah pendekatan-pendekatan yang ibu berikan dapat menyelesaikan masalah kelas ibu. Tetap semangat ya bu, sukses selalu. Semoga Ibu Puspita selalu dirahmati Allah swt.



Konsultasi diasuh oleh :

Evi Afifah Hurriyati, M.Si
Trainer Pendidikan & Kepala Program Sekolah Guru Ekselensia Indonesia LPI Dompet Dhuafa Republika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar